Senin, 25 Desember 2023 12:52:20 WIB

Jumlah pasien rawat jalan karena penyakit pernapasan di Tiongkok menurun
Kesehatan

Endro

banner

Seorang wanita menemani putrinya menjalani terapi infus di sebuah rumah sakit di Yangzhou, Provinsi Jiangsu, 9 Desember 2023. /CFP

BEIJING, Radio Bharata Online - Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (NHC) mengatakan pada hari Minggu, bahwa jumlah pasien rawat jalan karena penyakit pernafasan di Tiongkok sedang menurun.

Jumlah total kunjungan rawat jalan dan darurat untuk penyakit pernafasan di institusi medis menengah dan atas di seluruh negeri, turun sebesar 8,2 persen setiap minggunya, dan sebesar 30,02 persen dari puncaknya pada awal bulan Desember.

Mi Feng, juru bicara NHC pada konferensi pers mengatakan, otoritas kesehatan perlu melakukan pemantauan dan analisis berkelanjutan terhadap tren perkembangan penyakit pernapasan, dan memastikan perluasan sumber daya medis, dan peningkatan efisiensi diagnosis.

Dia mencatat bahwa tanggap darurat medis harus tepat waktu, dan lebih banyak shift malam akan ditambahkan di institusi medis, karena gelombang dingin baru-baru ini telah menyebabkan penurunan suhu secara signifikan, yang pada gilirannya berdampak pada kesehatan.

Fu Wei, seorang pejabat di Departemen Kesehatan Primer NHC, mengatakan pada konferensi tersebut, bahwa kunjungan penyakit pernafasan ke rumah sakit komunitas, menyumbang 40 persen dari seluruh pasien penyakit pernafasan secara nasional sejak 26 November.

Fu mengatakan, persediaan obat-obatan di 95 persen rumah sakit komunitas yang menangani penyakit seperti itu, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama dua minggu.

Pada konferensi tersebut, Peng Zhibin, pakar penyakit pernafasan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC) mengatakan, saat ini penyakit pernafasan akut didominasi oleh virus influenza, dengan berbagai patogen lain yang bersirkulasi bersama, seperti adenovirus, syncytial virus, dan pneumonia mikoplasma. Sedangkan virus COVID-19, menurut Peng berada pada level terendah tahun ini.

Para ahli dalam konferensi tersebut juga menyarankan, agar para lansia perlu memberikan perhatian ekstra terhadap perubahan suhu dan menjaga pola hidup sehat, seperti kebiasaan makan dan tidur yang baik, latihan fisik, dan pemantauan kesehatan untuk menghindari kemungkinan penyakit kardiovaskular.

Para ahli juga menyarankan mereka yang bekerja di luar ruangan, seperti pekerja sanitasi, pekerja konstruksi, dan kurir, untuk mengenakan pakaian pelindung tahan dingin, serta topi dan sarung tangan agar tetap hangat, dan menghindari jalan yang licin karena salju. (CGTN)

Komentar

Berita Lainnya

Kemenkes: Omicron XBB Terdeteksi di Indonesia Kesehatan

Minggu, 23 Oktober 2022 16:42:29 WIB

banner
5 Sarapan Bergizi untuk Menurunkan Berat Badan Kesehatan

Minggu, 6 November 2022 7:42:35 WIB

banner