
Rabu, 27 Agustus 2025 10:43:4 WIB
Jubir Tiongkok: Jepang Harus Hadapi Sejarah Agresinya
International
Eko Satrio Wibowo

Guo Jiakun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (CMG)
Beijing, Radio Bharata Online - Jepang harus menghadapi dan merenungkan sejarah agresinya dengan tulus dan sepenuhnya memutus hubungan dengan militerisme, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers pada hari Selasa (26/8) di Beijing.
Guo mengatakan Tiongkok telah mengajukan protes kepada Jepang dan meminta klarifikasi atas pernyataan negatifnya terkait peringatan 80 tahun kemenangan Tiongkok dalam Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok Melawan Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia.
"Pemerintah Tiongkok dengan khidmat memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok Melawan Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia untuk mengenang sejarah, menghormati para martir, menghargai perdamaian, dan menyambut masa depan yang lebih cerah. Negara mana pun yang menghadapi sejarah dengan integritas dan keterbukaan, mengambil pelajaran dari sejarah, dan benar-benar berkomitmen pada pembangunan yang damai tidak akan meragukan atau bahkan menolak peringatan semacam ini," ujar Guo.
"Memahami dan menyikapi sejarah dengan tepat merupakan prasyarat penting bagi kembalinya Jepang ke komunitas internasional pascaperang. Sejarah merupakan fondasi politik bagi Jepang untuk mengembangkan hubungan dengan negara-negara tetangga, dan tolok ukur untuk menguji apakah Jepang dapat memenuhi komitmennya terhadap pembangunan yang damai," imbuhnya.
"Jika Jepang benar-benar ingin membuka lembaran baru dalam isu-isu sejarah, ia harus dengan jujur ​​menghadapi dan merenungkan sejarah agresinya, sepenuhnya memutus hubungan dengan militerisme, berpegang teguh pada jalur pembangunan yang damai, dan sungguh-sungguh menghormati perasaan rakyat negara-negara korban, termasuk Tiongkok. Hanya dengan cara inilah Jepang dapat meraih kepercayaan dari negara-negara tetangganya di Asia dan komunitas internasional," ujar Guo dalam konferensi pers tersebut.
Komentar
Berita Lainnya
Peng Liyuan menyerukan upaya global untuk mendorong pendidikan bagi anak perempuan dan perempuan ke arah yang lebih adil lebih inklusif dan lebih berkualitas dan kontribusi untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan global dan membangun komunitas dengan masa depan bersama untuk manusia International
Rabu, 12 Oktober 2022 8:34:27 WIB

Presiden RI Joko Widodo memuji gaya kepemimpinan Presiden Tiongkok International
Senin, 17 Oktober 2022 13:29:21 WIB

Forum Pangan Dunia ke-2 yang dibuka di Roma International
Selasa, 18 Oktober 2022 23:8:41 WIB

Giorgia Meloni International
Sabtu, 22 Oktober 2022 11:57:58 WIB

Sebuah insiden kebakaran terjadi di Gunung Kilimanjaro di Tanzania International
Minggu, 23 Oktober 2022 15:24:53 WIB

Serangan udara oleh militer Myanmar menewaskan lebih dari 60 orang International
Selasa, 25 Oktober 2022 10:2:29 WIB
