
Jumat, 29 Agustus 2025 13:11:39 WIB
Tiongkok Desak Filipina Hentikan Membesar-besarkan Isu Maritim
International
Eko Satrio Wibowo

Guo Jiakun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (CMG)
Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, mengatakan dalam konferensi pers pada hari Kamis (28/8) di Beijing bahwa Tiongkok mendesak Filipina untuk berhenti membesar-besarkan isu maritim antara kedua negara dan menahan diri dari segala tindakan pelanggaran atau provokasi yang dapat semakin memperumit situasi.
Para pejabat pemerintah dan militer Filipina baru-baru ini melontarkan pernyataan agresif terkait isu Renai Jiao dan meningkatkan ketegangan.
"Ren'ai Jiao, sebagai bagian dari Nansha Qundao, adalah wilayah Tiongkok. Aktivitas kapal-kapal Tiongkok di perairan dalam yurisdiksi Tiongkok adalah sah, sesuai hukum, dan tidak tercela. Dengan membiarkan 'kapal perangnya' kandas di Ren'ai Jiao selama beberapa dekade, Filipina terus-menerus melanggar kedaulatan Tiongkok, dan melanggar Deklarasi tentang Perilaku Para Pihak di Laut Cina Selatan, khususnya Pasal 5 yang menyatakan bahwa para pihak harus menahan diri dari tindakan menghuni pulau dan terumbu karang tak berpenghuni. Tiongkok sejak awal menuntut agar Filipina menarik kapal tersebut dan memulihkan status Ren'ai Jiao tanpa personel atau fasilitas," jelas Guo.
"Dalam beberapa tahun terakhir, atas dasar kemanusiaan, Tiongkok telah mengizinkan Filipina untuk memasok kembali kebutuhan pokoknya jika negara tersebut berkomitmen untuk tidak mengirimkan material konstruksi ke 'kapal perang' tersebut dan memberi tahu Tiongkok sebelumnya, serta setelah verifikasi di lokasi dilakukan. Tiongkok telah mencapai kesepakatan sementara dengan Filipina terkait hal tersebut. Hal ini sepenuhnya menunjukkan niat baik dan ketulusan Tiongkok untuk menjaga situasi di Ren'ai Jiao tetap terkendali. Namun, selama beberapa waktu, pelanggaran dan provokasi berulang yang dilakukan Filipina di laut telah sangat melanggar kedaulatan teritorial serta hak dan kepentingan maritim Tiongkok, mengganggu perdamaian dan stabilitas di laut, dan merusak fondasi politik kedua negara dalam menangani isu-isu maritim dengan tepat," ujar Jubir tersebut.
"Tiongkok bertekad teguh untuk mempertahankan integritas teritorial serta hak dan kepentingan maritimnya. Kami menyerukan kepada Filipina untuk berhenti membesar-besarkan isu maritim dan menghentikan segala pelanggaran atau provokasi yang dapat memperumit situasi," tegasnya.
Komentar
Berita Lainnya
Peng Liyuan menyerukan upaya global untuk mendorong pendidikan bagi anak perempuan dan perempuan ke arah yang lebih adil lebih inklusif dan lebih berkualitas dan kontribusi untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan global dan membangun komunitas dengan masa depan bersama untuk manusia International
Rabu, 12 Oktober 2022 8:34:27 WIB

Presiden RI Joko Widodo memuji gaya kepemimpinan Presiden Tiongkok International
Senin, 17 Oktober 2022 13:29:21 WIB

Forum Pangan Dunia ke-2 yang dibuka di Roma International
Selasa, 18 Oktober 2022 23:8:41 WIB

Giorgia Meloni International
Sabtu, 22 Oktober 2022 11:57:58 WIB

Sebuah insiden kebakaran terjadi di Gunung Kilimanjaro di Tanzania International
Minggu, 23 Oktober 2022 15:24:53 WIB

Serangan udara oleh militer Myanmar menewaskan lebih dari 60 orang International
Selasa, 25 Oktober 2022 10:2:29 WIB
