
Selasa, 26 Agustus 2025 13:21:48 WIB
Tiongkok Alami Operasi Logistik yang Lebih Efisien selama Periode Rencana Lima Tahun ke-14
Ekonomi
Eko Satrio Wibowo

Cai Jin, Presiden Federasi Logistik dan Pembelian Tiongkok (CMG)
Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok telah meningkatkan investasi dalam infrastruktur logistik modern selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), menjadikan jaringan fasilitas lebih lengkap dan operasional logistik lebih efisien.
Selama periode tersebut, infrastruktur logistik telah menjadi pendorong penting investasi yang efektif. Tiongkok kini memiliki 181 pusat logistik nasional dan 105 basis logistik rantai dingin utama di 31 wilayah setingkat provinsi, yang mempercepat laju pembangunan jaringan logistik tulang punggung modern nasional.
Sejauh ini, Tiongkok memiliki lebih dari 2.700 kawasan logistik di atas ukuran yang ditentukan (yang memiliki pendapatan bisnis utama tahunan minimal 20 juta yuan atau sekitar 45,5 miliar rupiah), dan hampir 25 persen di antaranya memiliki akses ke jalur kereta api khusus. Jaringan transportasi komprehensif dan jaringan logistik tulang punggung telah diintegrasikan lebih lanjut, yang terus meningkatkan sistem operasi logistik yang memberikan manfaat penuh bagi kanal, pusat, dan jaringan.
Sementara itu, operasional logistik menjadi lebih efisien. Tiongkok kini memiliki lebih dari 3.000 perusahaan pengiriman barang daring, yang mendukung efisiensi pencocokan pasokan dan permintaan di pasar pengiriman barang.
Selama periode Rencana Lima Tahun ke-14, Tiongkok telah menerapkan kampanye khusus untuk secara efektif mengurangi biaya logistik di seluruh masyarakat. Dalam empat tahun pertama periode tersebut, rasio total biaya logistik terhadap PDB menurun sebesar 0,6 poin persentase, menghasilkan pengurangan total biaya logistik sebesar 890 miliar yuan (sekitar 2.024 triliun rupiah).
"Selama periode Rencana Lima Tahun ke-14, biaya logistik menurun secara signifikan, dan dampak kebijakan pemerintah terlihat jelas. Penerapan teknologi baru telah meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya. Menurut perkiraan awal kami, biaya logistik berkurang sekitar 1,1 triliun yuan selama periode lima tahun," kata Cai Jin, Presiden Federasi Logistik dan Pembelian Tiongkok atau China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP).
Komentar
Berita Lainnya
Banyaknya investasi yang masuk ke Jateng saat ini menjadi bukti bahwa Indonesia masih menjadi negara yang dipercaya para investor Ekonomi
Selasa, 4 Oktober 2022 18:8:39 WIB

Seperempat abad yang lalu Ekonomi
Kamis, 6 Oktober 2022 13:29:54 WIB

Selama liburan Hari Nasional tahun ini permintaan untuk perjalanan singkat dan penjualan peralatan luar ruangan terus meningkat Ekonomi
Jumat, 7 Oktober 2022 19:14:0 WIB

Shanghai mengharapkan mobil listrik penuh untuk membuat lebih dari setengah penjualan mobil pada tahun 2025 Ekonomi
Kamis, 13 Oktober 2022 21:21:32 WIB

Para petani cabai dan beras mengaku risau akan lonjakan harga akibat curah hujan yang tinggi sejak pekan lalu Ekonomi
Sabtu, 15 Oktober 2022 8:37:6 WIB

Huawei mengumumkan Ekonomi
Kamis, 20 Oktober 2022 10:1:4 WIB

14 negara teken kesepakatan dagang dengan pengusaha Indonesia Ekonomi
Kamis, 20 Oktober 2022 15:36:8 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa di atas 5 Ekonomi
Sabtu, 22 Oktober 2022 11:45:9 WIB
