
Minggu, 24 Agustus 2025 9:49:37 WIB
Tiongkok Tegaskan SCO Terbuka bagi Negara Baru, Pemimpin ASEAN Diundang Hadiri KTT di Tianjin
Tiongkok
Pantau - AP Wira

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing (sumber: ANTARA/Desca Lidya Natalia)
BEIJING, Bharata Online - Kementerian Luar Negeri Tiongkok menegaskan bahwa Shanghai Cooperation Organization (SCO) tetap terbuka untuk negara yang ingin bergabung dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) SCO yang akan berlangsung pada 31 Agustus - 1 September 2025 mendatang di Tianjin. Tema KTT tahun ini adalah "Tahun Pembangunan Berkelanjutan SCO."
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, menyatakan bahwa organisasi yang berdiri pada 2001 itu konsisten menjunjung prinsip keterbukaan. Tiongkok mengundang 22 pemimpin negara dan pemerintahan untuk hadir dalam KTT SCO. Undangan juga diberikan kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Presiden Laos Thongloun Sisoulith, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh.
Kelima negara tersebut diketahui bukan anggota tetap, pemantau, maupun mitra dialog SCO. Selain kepala negara, juga akan hadir sejumlah pemimpin organisasi internasional, termasuk Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Sekjen SCO Ilmekbayev, dan Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn.
SCO awalnya dibentuk oleh Tiongkok, Rusia, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan. India dan Pakistan bergabung pada 2017, Iran pada 2023, dan Belarus pada 2024, sehingga kini berjumlah 10 anggota.
Selain itu, SCO memiliki dua negara pemantau yaitu Mongolia dan Afghanistan, serta 14 mitra dialog termasuk Turki, Mesir, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab.
Dalam kepemimpinannya, Tiongkok mendorong agar SCO melanjutkan inisiatif Prakarsa Pembangunan Global dari Presiden Xi Jinping. Fokus kerja sama meliputi pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, pembiayaan pembangunan, perubahan iklim, industrialisasi, ekonomi digital, hingga konektivitas.
Tiongkok juga mengajukan dua dokumen penting untuk memperingati 80 tahun kemenangan Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok melawan Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia, serta 80 tahun berdirinya PBB. Dokumen tersebut berupa deklarasi yang menegaskan persatuan negara-negara anggota dalam menghadapi isu internasional dan regional utama. [Pantau]
Komentar
Berita Lainnya
Produsen kereta api Tiongkok, CRRC Changke Co., Ltd. membuat generasi baru kereta antarkota hibrida di Tiongkok pada Minggu (2/10). Tiongkok
Selasa, 4 Oktober 2022 14:26:6 WIB

Wakil Duta Besar Tiongkok untuk PBB Geng Shuang pada hari Jumat 30 September lalu mengatakan Tiongkok
Selasa, 4 Oktober 2022 14:48:4 WIB

Petani di wilayah Changfeng Tiongkok
Selasa, 4 Oktober 2022 14:51:7 WIB

Pembalap Formula 1 asal Tiongkok Tiongkok
Selasa, 4 Oktober 2022 15:19:35 WIB

Tiongkok mendesak AS untuk mengakhiri kekerasan polisi terhadap orang kulit hitam Amerika selama sesi PBB Tiongkok
Selasa, 4 Oktober 2022 16:45:29 WIB

Pemasangan Atap Beton Pertama Terowongan Jalan Raya Terpanjang di Provinsi Jiangsu Tiongkok Telah dimulai Tiongkok
Selasa, 4 Oktober 2022 17:25:54 WIB

Tiongkok ingin mengoptimalkan struktur ekonomi negara Tiongkok
Selasa, 4 Oktober 2022 17:30:30 WIB
