
Kamis, 28 Agustus 2025 11:50:2 WIB
Tiongkok Desak Israel Hentikan Operasi Militer di Gaza Segera
International
Eko Satrio Wibowo

Geng Shuang, Wakil Tetap Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (CMG)
New York, Radio Bharata Online - Seorang utusan Tiongkok dengan tegas menyerukan penghentian segera operasi militer Israel di Gaza dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Rabu (27/8) di New York.
Geng Shuang, Wakil Tetap Tiongkok untuk PBB, mengatakan bahwa konflik di Gaza telah berlangsung selama hampir 700 hari, mengubah wilayah tersebut menjadi "neraka hidup" dengan dua juta penduduk terjebak dalam bencana kemanusiaan buatan manusia.
Geng mengutuk serangan Israel baru-baru ini terhadap Rumah Sakit Nasser, yang menewaskan lebih dari 20 warga sipil, dan menekankan bahwa "pelanggaran hukum humaniter internasional tidak dapat diterima".
"Tiongkok mendesak Israel untuk mengindahkan seruan keras komunitas internasional dan segera menghentikan operasi militer di Gaza, serta menghentikan setiap langkah berbahaya yang meningkatkan ketegangan. Tiongkok menegaskan kembali bahwa pelanggaran hukum humaniter internasional tidak dapat diterima, persenjataan pasokan kemanusiaan tidak dapat diterima, dan mekanisme militerisasi untuk distribusi bantuan tidak dapat diterima," ujar Geng.
Ia mendesak Israel untuk membuka semua perlintasan perbatasan, memulihkan akses kemanusiaan penuh, dan memfasilitasi pengiriman bantuan melalui mekanisme yang dipimpin PBB.
Geng menegaskan kembali bahwa satu-satunya solusi yang langgeng terletak pada penerapan solusi dua negara dan diakhirinya pendudukan. Ia mengecam perluasan permukiman Israel baru-baru ini di Tepi Barat, memperingatkan bahwa langkah-langkah tersebut merusak keberlangsungan wilayah dan fondasi negara Palestina.
Pada pertemuan tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Martin Griffiths, memperingatkan bahwa bencana kelaparan, yang telah terkonfirmasi di Gaza, diperkirakan akan meluas pada bulan September 2025. Ia mengatakan lebih dari setengah juta orang saat ini menghadapi kelaparan, jumlah yang mungkin melebihi 640.000 dalam beberapa minggu mendatang.
Griffiths mengaitkan krisis ini dengan hancurnya lahan pertanian, berkurangnya jumlah ternak, dan pembatasan sistematis terhadap pengiriman bantuan, menyebutnya sebagai "krisis buatan manusia".
Menanggapi hal tersebut, 14 anggota Dewan Keamanan PBB, termasuk Tiongkok tetapi tidak termasuk Amerika Serikat, bersama-sama menyerukan gencatan senjata segera dan mendesak Israel untuk membatalkan keputusannya untuk memperluas operasi militer di Gaza.
Dalam pernyataan bersama, negara-negara tersebut menyatakan, "Kami menyerukan gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen. Kami menyerukan pembebasan segera, bermartabat, dan tanpa syarat semua sandera yang ditawan oleh Hamas dan kelompok-kelompok lainnya. Kami menyerukan peningkatan bantuan kemanusiaan yang substansial di seluruh Gaza."
Komentar
Berita Lainnya
Peng Liyuan menyerukan upaya global untuk mendorong pendidikan bagi anak perempuan dan perempuan ke arah yang lebih adil lebih inklusif dan lebih berkualitas dan kontribusi untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan global dan membangun komunitas dengan masa depan bersama untuk manusia International
Rabu, 12 Oktober 2022 8:34:27 WIB

Presiden RI Joko Widodo memuji gaya kepemimpinan Presiden Tiongkok International
Senin, 17 Oktober 2022 13:29:21 WIB

Forum Pangan Dunia ke-2 yang dibuka di Roma International
Selasa, 18 Oktober 2022 23:8:41 WIB

Giorgia Meloni International
Sabtu, 22 Oktober 2022 11:57:58 WIB

Sebuah insiden kebakaran terjadi di Gunung Kilimanjaro di Tanzania International
Minggu, 23 Oktober 2022 15:24:53 WIB

Serangan udara oleh militer Myanmar menewaskan lebih dari 60 orang International
Selasa, 25 Oktober 2022 10:2:29 WIB
