Selasa, 26 Agustus 2025 13:36:2 WIB

Detektor Neutrino Bola Transparan Terbesar di Dunia Mulai Beroperasi di Jiangmen
Teknologi

Eko Satrio Wibowo

banner

Detektor Neutrino Bola Transparan Terbesar di Dunia (CMG)

Jiangmen, Radio Bharata Online - Detektor bola transparan terbesar di dunia telah menyelesaikan pengisian 20.000 ton cairan sintilator, dan secara resmi memulai operasi serta pengumpulan data pada hari Selasa (26/8).

Setelah lebih dari satu dekade persiapan dan pembangunan, Observatorium Neutrino Bawah Tanah Jiangmen atau Jiangmen Underground Neutrino Observatory (JUNO) telah menjadi fasilitas ilmiah spesifik neutrino skala ultra-besar dan presisi ultra-tinggi pertama di dunia yang beroperasi.

Data awal yang diperoleh selama uji coba operasi menunjukkan bahwa indikator kinerja utama JUNO telah sepenuhnya memenuhi atau melampaui ekspektasi desain.

Inti dari JUNO adalah detektor cairan sintilator yang terendam dalam kolam silinder sedalam 44 meter di aula bawah tanah yang terkubur jauh di dalam lapisan granit sebuah bukit di Kota Jiangmen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan. Detektor ini didukung oleh cangkang jaring baja tahan karat berdiameter 41,1 meter, yang menampung bola akrilik berdiameter 35,4 meter yang dapat diisi dengan 20.000 ton cairan sintilator.

Detektor ini dilengkapi dengan 20.000 tabung pengganda foto berukuran 20 inci dan 25.000 tabung pengganda foto berukuran tiga inci, serta kabel, kumparan pelindung magnetik, penyekat cahaya, dan komponen lainnya.

Neutrino, partikel terkecil dan teringan di antara 12 partikel elementer penyusun dunia material, bersifat netral secara elektrik dan bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Sejak Big Bang, neutrino telah merasuki seluruh alam semesta dan menghasilkan berbagai fenomena, seperti reaksi nuklir di dalam bintang, ledakan supernova, pengoperasian reaktor nuklir, dan peluruhan radioaktif zat-zat dalam batuan.

Karena neutrino jarang berinteraksi dengan materi biasa, neutrino dapat dengan mudah menembus tubuh manusia, bangunan, atau seluruh bumi tanpa terasa, sehingga dijuluki "partikel hantu". Karena sifatnya yang sulit dipahami, neutrino merupakan partikel fundamental yang paling kurang dipahami, sehingga membutuhkan detektor masif untuk menangkap jejak terlemahnya.

JUNO bertujuan untuk mengukur hierarki massa neutrino sebagai tujuan ilmiah utamanya dan akan melakukan beberapa proyek penelitian mutakhir lainnya. Tim JUNO terdiri dari lebih dari 700 anggota dari 17 negara dan wilayah.

Komentar

Berita Lainnya