Jumat, 18 November 2022 8:35:45 WIB

Impor perlu dilakukan karena beras cadangan pemerintah masih kurang untuk stok akhir tahun
Indonesia

Endro - Radio Bharata Online

banner

Pekerja mengemas beras ke dalam karung di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Selasa (26/1/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

JAKARTA, Radio Bharata Online – Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Cipinang Zulkifli Rasyid, meminta pemerintah segera melakukan impor beras. Impor perlu dilakukan karena beras cadangan pemerintah masih kurang untuk stok akhir tahun.

Stok beras di Pasar Induk Cipinang bahkan diperkirakannya akan kurang hingga Februari 2023. Kepada KBRN Kamis (17/11), Zulkifli mengaku ada kekurangan  stok beras untuk bulan Desember, Januari hingga Februari 2023.

Bahkan, menurutnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) telah mengakui kesulitan melakukan pengadaan beras untuk cadangan pemerintah.

Karena itulah Zulkifli meminta pemerintah melakukan impor beras untuk kebutuhan tiga bulan yang akan datang.  Dia menjelaskan, masih diperlukan sekitar 200 ribu, sampai 300 ribu ton beras untuk tiga bulan ini. Menurutnya, impor itu diperlukan karena stok beras di Bulog sudah menipis.

Tersendatnya pasokan beras, karena di beberapa daerah sedang tidak panen. Saat ini para petani baru mulai bertanam padi, dan baru bisa dipanen kira-kira pada bulan Februari atau Maret yang akan datang. (KBRN)

Komentar

Berita Lainnya

Kegiatan interaktif tentang adat istiadat Indonesia

Rabu, 5 Oktober 2022 15:20:17 WIB

banner
Kapolri Jenderal Pol Indonesia

Jumat, 7 Oktober 2022 10:59:49 WIB

banner