Senin, 16 November 2020 23:46:59 WIB

Tiongkok – ASEAN Membangun Komunitas ASEAN yang Kuat Pasca Pandemi
Teknologi

Kinar Lestari - Bharata Radio

banner

Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Mr. Deng Xijun

Dalam pers online pada hari Senin bersama Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Deng Xijun menjelaskan sidang pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-37 berlangsung secara virtual pada Kamis pagi (12/11), di Kota Hanoi, dengan dipimpin Perdana Menteri (PM) Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, Ketua ASEAN 2020.  Hadir dalam KTT tersebut, pemimpin negara-negara ASEAN, Sekretaris Jenderal ASEAN, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Sedunia.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-37 (sidang pleno) tersebut, para utusan fokus membahas tiga topik utama yaitu,  meninjau situasi umum ASEAN, di antaranya pelaksanaan prioritas-prioritas tahun 2020 dan gagasan-gagasan dalam menghadapi dan mengatasi segala bentuk permasalahan akibat pandemi Covid-19. Berusaha mendorong pemulihan umum dan mengeluarkan orientasi-orientasi untuk membangun Komunitas ASEAN di waktu mendatang, serta memperkokoh sentralitas ASEAN, meningkatkan hubungan antara ASEAN dan para mitra demi perdamaian, pembangunan yang berkelanjutan untuk menghadapi secara efektif semua tantangan yang muncul pasca Covid-19.

Dalam acara tersebut  sepuluh negara ASEAN dan lima negara mitra menandatangani pakta perdagangan terbesar di dunia, yakni Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional. Kesepakatan RCEP akan meningkatkan akses pasar dengan tarif dan kuota dihapuskan atas lebih dari 65 persen barang yang diperdagangkan. Selain bagian-bagian khusus tentang perdagangan barang dan jasa serta investasi, RCEP mencakup bab tentang kekayaan intelektual, perdagangan elektronik, persaingan, usaha kecil dan menengah, kerja sama ekonomi dan teknik, serta belanja pemerintah, demikian pernyataan para  pemimpin negara penandatangan RCEP.

Melalui RCEP, untuk pertama kali, tiga rival raksasa ekonomi Asia Timur, yakni China, Jepang, dan Korsel, tergabung dalam satu kemitraan dagang. Kesepakatan ini akan menjadi bagian penting komitmen kawasan terhadap sentralitas ASEAN di Indo-Pasifik.

Hasil negosiasi RCEP mengirim pesan kuat yang menegaskan peran utama ASEAN dalam mendukung sistem perdagangan multilateral, menciptakan struktur perdagangan baru di kawasan, memungkinkan fasilitasi perdagangan yang berkelanjutan, merevitalisasi rantai pasokan yang terganggu Covid-19, serta membantu pemulihan pascapandemi.

Bagi anggota ASEAN, kesepakatan RCEP diharapkan dapat membantu pemulihan secara regional dan global dari tekanan akibat pandemi Covid-19. RCEP diharapkan mendorong perusahaan untuk berinvestasi lebih banyak di kawasan, termasuk membangun rantai pasokan dan layanan serta menciptakan lapangan kerja.

Mengutip pidato yang disampaikan oleh PM Li Keqiang, Bbeliau memuji kesepakatan RCEP sebagai kemenangan atas proteksionisme. ”Penandatanganan RCEP tak hanya menandai pencapaian kerja sama kawasan Asia Timur, tetapi juga kemenangan multilateralisme dan perdagangan bebas.

Adapun Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian dalam jumpa pers rutin (16/11) mengatakan, penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) akan dengan kuat mendorong pemulihan ekonomi regional.

Zhao Lijian menyatakan, melalui perundingan alot selama 8 tahun, RCEP pada akhirnya telah ditandatangani dengan mulus. Ini menandakan perampungan zona perdagangan bebas terbesar dengan paling banyak populasi, paling majemuk struktur keanggotaan dan paling besar potensi perkembangannya. Hal itu merupakan tonggak sejarah penting pengintegrasian ekonomi regional.

“Di latar belakang pandemi Covid-19 tetap mewabah, ekonomi dunia merosot dengan serius, unilateralisme dan proteksionisme semakin meningkat, penandatanganan RCEP akan dengan kuat mendorong pemulihan ekonomi regional dan mendorong pertumbuhan ekonomi global. Pencapaian ini menunjukkan keyakinan berbagai pihak untuk terus memelihara multilateralisme dan perdagangan bebas, dengan teguh mempertahankan sistem perdagangan multilateral yang terbuka, adil dan menang bersama, serta kebulatan hatinya untuk meningkatkan solidaritas dan  kerja sama demi menghadapi segala tantangan,” demikian tutur Zhao Lijian. 

Media China lainnya, CGTN, dalam tajuk rencana terbarunya menyatakan, China lebih menekankan diplomasi dan dialog daripada konfrontasi. Penyelesaian RCEP dan lebih banyak kesepakatan perdagangan serupa menjadi buktinya. Disebutkan, RCEP merupakan langkah maju sangat besar bagi integrasi ekonomi di Asia.

Sebagai informasi tambahan Amerika Serikat,  rival China dalam beberapa bidang, termasuk perdagangan, tak tergabung dalam RCEP. AS   keluar dari kemitraan dagang lainnya, Kemitraan Trans-Pacific. Sementara India sempat tergabung dalam negosiasi, tetapi mundur akhir tahun lalu.

Meski demikian, negara ASEAN tetap membuka pintu bagi India jika suatu saat ingin bergabung RCEP. RCEP akan berlaku setelah negara-negara  penanda tangan meratifikasinya dalam dua tahun ke depan.

 

 


bharataradio738.com

Komentar

Berita Lainnya

Prioritas Agenda Kerja Sama Tiongkok-ASEAN Teknologi

Selasa, 3 November 2020 9:58:24 WIB

banner
CMG Siap Beritakan CIIE ke-3 Teknologi

Rabu, 4 November 2020 1:22:22 WIB

banner
Han Zheng Hadiri Upacara Pembukaan CIIE Ke-3 Teknologi

Jumat, 6 November 2020 1:14:28 WIB

banner
Tiongkok Gelar Harbolnas Terbesar di Dunia Teknologi

Selasa, 10 November 2020 19:55:39 WIB

banner